
Dalam sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya, Ukraina berhasil menembak jatuh dua jet tempur Rusia Su-30 Flanker menggunakan drone laut tak berawak yang dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder. Informasi ini dikonfirmasi oleh Kyrylo Budanov, Kepala Direktorat Intelijen Utama (HUR) dari Kementerian Pertahanan Ukraina, dalam wawancara dengan The War Zone.
+ Rekaman luar biasa menunjukkan pesawat mendarat darurat di lapangan golf Los Angeles
Menurut Budanov, rudal tersebut diluncurkan dari kapal tak berawak jenis Magura-7, yang dikendalikan dari jarak jauh di Laut Hitam. Ini merupakan pertama kalinya jet tempur ditembak jatuh oleh drone laut, dan juga penggunaan pertama yang diketahui dari rudal AIM-9 yang diluncurkan dari platform laut tak berawak untuk menghancurkan pesawat musuh.
Sebelum pengumuman terbaru ini, satu-satunya informasi yang dipublikasikan adalah mengenai jatuhnya sebuah pesawat akibat rudal permukaan-ke-udara R-73 buatan era Soviet.
+ Video: Ukraina melakukan serangan bersejarah dan menembak jatuh jet tempur Rusia dengan drone laut di Laut Hitam

Jet pertama yang terkena jatuh di Laut Hitam, dan awaknya diselamatkan oleh kapal sipil yang berada di dekatnya. Namun, menurut data awal, awak dari pesawat kedua tidak selamat dalam insiden tersebut.
“Ini adalah momen bersejarah,” kata Budanov, menekankan kemajuan teknologi dan taktis yang ditunjukkan oleh operasi ini.

Penggunaan inovatif drone laut bersenjata ini memperkuat kemampuan Ukraina yang terus berkembang untuk menerapkan platform otonom dalam berbagai dimensi peperangan modern, terutama dalam melawan dominasi udara Rusia.
Sumber: Telegram @United24media | The War Zone. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
